Resensi Buku: La Ya'tihil Bathil Takkan Datang Kebatilan Terhadap Al Quran Muhammad Said Ramadan Al Buthy
![]() |
La Ya'tihil Bathil Takkan Datang Kebatilan Terhadap Al Quran |
Resensi Buku: La Ya'tihil Bathil Takkan Datang Kebatilan Terhadap Al Quran Muhammad Said Ramadan Al Buthy
Resensi Buku: La Ya'tihil Bathil Takkan Datang Kebatilan Terhadap Al Quran Muhammad Said Ramadan Al Buthy oleh Legaproblema.com - Ketika membahas perbedaan antara kebenaran dan kebatilan, kita sering kali terjebak dalam pergolakan pemikiran yang mendalam. Namun, bagaimana kita dapat membedakan dengan jelas antara keduanya? Dalam bukunya La Ya'tihil Bathil Takkan Datang Kebatilan Terhadap Al Quran, Muhammad Said Ramadan Al Buthy memberikan panduan yang jelas untuk masalah ini. Apa yang dapat kita pelajari dari buku ini tentang bagaimana ia mengungkap kebenaran dalam Al-Quran dan kebatilan yang sering kali mengelabui pemahaman kita?
Al Buthy, sebagai seorang ulama besar, berfokus pada penafsiran Al-Quran yang mendorong pembaca untuk menjauhi kebatilan yang mungkin muncul dalam berbagai pemikiran dan gerakan. Ia menegaskan bahwa kebatilan takkan pernah mampu mengubah atau merusak kebenaran yang terkandung dalam kitab suci tersebut. Konsep "la ya'tihil bathil" (kebatilan takkan datang kepada Al-Quran) menjadi salah satu tema sentral yang ia tegaskan dalam buku ini.
Al Buthy tidak hanya menyoroti pentingnya tafsiran teks, tetapi juga relevansi pemahaman tersebut dengan konteks zaman modern. Di tengah pesatnya perkembangan berbagai aliran pemikiran dan gerakan, seperti New Age, buku ini menawarkan perspektif yang sangat relevan dalam mengenali dan menghadapi kebatilan yang sering kali tersebar di masyarakat. Bagi sebagian pembaca, ini bisa menjadi panggilan untuk lebih berhati-hati dalam menyaring informasi yang datang.
Detil Buku
Penulis
Bahasa Asli
Terjemahan
Penerbit
ISBN
Panjang Buku
Genre
Struktur dan Isi Buku
Buku ini disusun dengan struktur yang memudahkan pembaca untuk mengikuti alur pemikiran Al Buthy. Berikut adalah beberapa poin penting yang dibahas dalam buku ini:
Gugatan dan Kritik terhadap Teks Al-Qur'an
Buku ini membahas dan membantah berbagai gugatan yang muncul mengenai teks Al-Qur'an, seperti pertanyaan tentang kapan Al-Qur'an ditulis, apakah Al-Qur'an adalah karangan Umar, dan kritik mengenai pengulangan ayat serta kontradiksi dalam Al-Qur'an.-
Kisah dan Keajaiban dalam Al-Qur'an
Penulis membahas berbagai kisah dan fenomena yang terdapat dalam Al-Qur'an, seperti penciptaan alam semesta, kisah burung Ababil, Lailatul Qadar, serta pemahaman yang keliru tentang surga dan masalah-masalah lainnya terkait dengan kisah-kisah dalam Al-Qur'an. -
Kritik atas Ajaran dan Konsep dalam Al-Qur'an
Buku ini menjawab kritik atas ajaran-ajaran Al-Qur'an terkait berbagai konsep, seperti peran laki-laki dan perempuan, hukuman fisik terhadap istri, konsep ketuhanan (misalnya mengenai Allah yang membuat makar), dan topik-topik terkait ajaran moral dan sosial dalam Al-Qur'an. -
Perbandingan Al-Qur'an dengan Ilmu Pengetahuan dan Aksi Kemanusiaan
Buku ini juga membahas hubungan antara Al-Qur'an dan ilmu pengetahuan modern, serta pandangan Al-Qur'an terhadap aksi kemanusiaan, khususnya dalam konteks hubungan dengan non muslim.
Buku ini mengeksplorasi:
- Bantahan kritik terhadap teks dan ajaran Al-Qur'an dengan pendekatan rasional, mengupas berbagai pertanyaan tentang konsistensi dan keakuratan teks Al-Qur'an.
- Penafsiran dan pemahaman terhadap fenomena dalam Al-Qur'an, dengan menggali makna yang lebih dalam mengenai kisah-kisah, ajaran, dan konsep yang ada.
- Dialog antara teks Al-Qur'an dan ilmu pengetahuan modern, yang mencoba mengeksplorasi kesesuaian antara ajaran Al-Qur'an dan temuan ilmiah.
Kekuatan Buku
Salah satu kekuatan utama buku ini adalah kemampuannya untuk menyajikan pemikiran yang mendalam dan sangat relevan dengan konteks zaman sekarang. Al Buthy, dengan pengalamannya yang luas dalam ilmu tafsir, berhasil mengungkap kebatilan yang kerap muncul dalam berbagai gerakan pemikiran dan bagaimana umat Islam harus berpegang teguh pada kebenaran yang takkan tergoyahkan oleh apapun.
Buku ini juga memiliki kekuatan dalam memberikan panduan praktis bagi umat Islam untuk menghadapi tantangan zaman modern, baik dalam ranah keagamaan maupun kehidupan sehari-hari. Dengan menekankan pentingnya pemahaman yang benar tentang Al-Quran, Al Buthy membantu pembaca untuk menghindari pengaruh kebatilan yang tersebar di masyarakat.
Pengaruh dan Legasi
Buku ini memberikan dampak signifikan dalam pembentukan pemahaman yang lebih murni tentang Al-Quran, serta cara menghindari kebatilan yang sering kali disamarkan dalam pemikiran yang tidak benar. Warisan intelektual Al Buthy sangat berharga, di mana ia mengajak umat Islam untuk kembali pada pemahaman yang benar dan membebaskan diri dari kebatilan yang dapat merusak aqidah.Selain itu, buku ini menjadi sumber penting dalam pendidikan Islam, memberikan wawasan tentang tafsir yang lebih mendalam serta menanamkan sikap kritis terhadap ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang sahih.
![]() |
Muhammad Said Ramadan Al Buthy |
Kritik Terhadap Buku
Tentu saja, buku ini tidak luput dari kritik. Beberapa kalangan menganggap bahwa pendekatan yang digunakan Al Buthy terlalu konservatif dalam menginterpretasi Al-Quran, dan bisa membatasi ruang bagi pemikiran-pemikiran baru yang relevan dengan konteks zaman modern. Ada juga yang berpendapat bahwa penekanan pada kebatilan tertentu terasa terlalu tegas, mengingat bahwa Islam itu sendiri memiliki keberagaman pandangan.Kritik lainnya datang dari mereka yang merasa bahwa buku ini tidak cukup mengakomodasi pluralisme pemikiran dalam dunia Islam yang semakin berkembang. Namun, meskipun terdapat kritik, buku ini tetap menjadi referensi yang sangat penting bagi mereka yang ingin mendalami Al-Quran secara lebih mendalam.
Perbandingan dengan Buku Sejenis
Dr. Maurice Bucaille dalam bukunya "The Qur'an and Modern Science: Compatible or Incompatible?" berfokus pada perbandingan antara klaim ilmiah dalam Al-Qur'an dan penemuan ilmiah modern. Ia berusaha membela Al-Qur'an dari kritik yang menyatakan bahwa ajaran-ajaran dalam Al-Qur'an bertentangan dengan ilmu pengetahuan modern, dengan menunjukkan bahwa meskipun Al-Qur'an diturunkan lebih dari 1.400 tahun yang lalu, banyak fenomena yang disebutkan dalam Al-Qur'an yang sejalan dengan penemuan ilmiah modern. Pendekatan Bucaille dalam pembelaan ini menggunakan logika ilmiah dan perbandingan sains untuk mengungkapkan bahwa pengetahuan ilmiah dalam Al-Qur'an adalah presisi dan tidak bertentangan dengan pengetahuan yang ditemukan pada zaman modern.Sementara itu, Dr. Ramadan al-Buti dalam bukunya "La Tatihil al-Bathil" lebih berfokus pada menanggapi dan membantah kritik-kritik terhadap Islam, terutama terkait pemahaman yang salah tentang Islam. Al-Buti mengkritisi berbagai pandangan atau argumen yang menganggap bahwa ajaran Islam—termasuk Al-Qur'an—mengandung kekeliruan atau kesalahan logika. Berbeda dengan Bucaille yang berfokus pada sains, al-Buti mengadopsi pendekatan teologis dan filsafat untuk membela Al-Qur'an dari tuduhan-tuduhan batil. Buku ini menanggapi kesalahpahaman yang berkaitan dengan ajaran-ajaran dalam Al-Qur'an dan memberikan penjelasan mendalam mengenai alasan-alasan logis di balik prinsip-prinsip dalam Islam.
Topik Tambahan
Buku Tersesat Kebatilan Gerakan New Age
Gerakan New Age yang dianggap sebagai salah satu sumber kebatilan yang dapat menyesatkan umat. Gerakan ini sering mengaburkan pemahaman agama dengan ajaran yang tidak jelas dan bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam yang sahih. Sebagai contoh, ajaran dalam gerakan New Age yang mengklaim sebagai wahyu atau kebenaran yang bisa diakses tanpa melalui pemahaman agama yang benar, Demikian juga buku atau gerakan yang mesti diantisipasi supaya umat Islam untuk tidak terjebak dalam pemikiran yang mengarah pada kebatilan.Kebenaran dan Kebatilan dalam Buku ini
Salah satu tema utama dalam buku ini adalah perbedaan yang jelas antara kebenaran yang terkandung dalam Al-Quran dan kebatilan yang sering kali disebarkan oleh berbagai aliran pemikiran. Menekankan bahwa kebenaran Al-Quran adalah abadi dan tidak terpengaruh oleh perubahan zaman. Kebatilan, meskipun tampak menarik atau sesuai dengan selera zaman, pada akhirnya takkan mampu mengubah esensi dari wahyu yang telah diturunkan.Penilaian Akhir
Buku La Ya'tihil Bathil Takkan Datang Kebatilan Terhadap Al Quran adalah karya monumental yang mengajak kita untuk lebih mendalam dalam memahami kebenaran Al-Quran dan menghindari kebatilan yang menyusup ke dalam pemikiran kita. Dengan pendekatan yang penuh pemahaman dan refleksi, Al Buthy memberikan panduan yang sangat penting untuk umat Islam dalam menghadapi tantangan zaman modern. Meskipun ada beberapa kritik, buku ini tetap menjadi sumber yang sangat berharga bagi mereka yang ingin lebih memahami Al-Quran secara mendalam.Setelah membaca buku ini, biasanya orang juga mencari hal-hal berikut: Haq dan bathil artinya, Hadits tentang kebenaran, ayat al-Qur'an tentang kebenaran akan menang, Ayat tentang kebenaran Islam, Al Anbiya 25, Idfa' billati hiya ahsan artinya, Fussilat Ayat 42, Tafsir Fussilat ayat 35.
Kemudian, beberapa dari mereka juga memiliki pertanyaan berikut:
- Apa arti al bathil?
- Apa ayat 2.185 dalam Al-Quran?
- Apakah Alquran pembeda yang haq dan bathil?
- Apa arti yang haq dan bathil?
- Apa arti Bathil dalam Islam?
- Bathil lawannya apa?
- Surat Al-Baqarah ayat 42 menjelaskan tentang apa?
- Apa yang dimaksud dengan akad bathil?
0Comments